Minggu, 18 Mei 2025

How to Present with Power in Any Situation


 Judul Resensi: Speak to Win:  Panduan Presentasi yang Efektif untuk masa depan yang sukses.

Identitas Buku: 

Judul Buku: Speak to Win: How to Present with Power in Any Situation.

Penulis: Brian Tracy

Penerbit: AMACOM, American Management Association.

Website: www.amacombooks.org/go/specialsales

Tahun Terbit: 2008

 Jumlah Halaman: 202 dan ada 12 Bab

Pendahuluan:

Buku "speak to win" ditulis oleh Brian Tracy, salah satu pembicara bisnis top Amerika, penulis terlaris, dan salah satu konsultan dan pelatih terkemuka tentang pengembangan pribadi dan profesional di dunia saat ini. Buku ini membahas tentang cara cara untuk berbicara di depan umum,terlebih kusus di dunia bisnis. Dan beliau menekankan pentingnya memiliki kemampuan berbicara dan itu merupakan kunci sukses dalam karir. Buku ini dipilih karena sangatlah bermanfaat bagi semua orang yang ingin belajar.

Sinopsis : Buku ini terdapat 12 Bab yang menjelaskan langkah langkah praktis dalam membuat presentasi yang menarik dan terstruktur. Brian Tracy juga menjelaskan tentang Keempat DS untuk menjadi pembicara yang luar biasa :

  1. Keinginan. Anda harus memiliki keinginan yang intens dan terbakar untuk berbicara dengan baik. Jika keinginan Anda cukup kuat dan Anda ingin mencapai penguasaan yang cukup lama, tidak ada yang bisa menghentikan Anda dari mencapai tujuan Anda.
  2. Keputusan. Anda harus membuat keputusan hari ini bahwa Anda akan melakukan segala upaya, mengatasi hambatan apa pun, dan melakukan apa pun untuk menjadi sangat baik.
  3. Disiplin. Anda harus memiliki disiplin untuk merencanakan, mempersiapkan, dan memberikan pembicaraan dan presentasi, berulang-ulang, sampai Anda mencapai penguasaan. Tidak ada jalan pintas untuk kerja keras dalam mengembangkan keterampilan penting.
  4. Tekad. Akhirnya, Anda harus memiliki tekad Bertahan dan bertahan meskipun ada kemunduran jangka pendek, hambatan, atau rasa malu yang mungkin Anda alami.

Analisis Buku:

 Buku ini disusun secara terstruktur mulai dari pengenalan tentang buku,isi buku, kesimpulan ,dan juga di bagian akhir buku ini menjelaskan tentang penulis. Gaya bahasanya sangat mudah di pahami oleh pembaca.Tema buku ini adalah pentingnya komunikasi efektif untuk meraih kesuksesan.    

Berbicara dengan baik dapat mengumpulkan rasa hormat dan penghargaan orang lain, membuat Salah satu keterampilan paling berharga yang Anda miliki adalah kemampuan Anda untuk berpikir dengan baik dan mengekspresikan diri Anda dengan jelas.

Kelebihan buku

1.menjelaskan langkah langkah praktis yang sangat mudah untuk Di diterapkan.

2. Struktur Bab sangat jelas dan runtut

Kekurangan buku :

Buku ini memiliki kekurangan yaitu fokus utamanya pada konteks bisnis,sehingga kurang sesuai untuk kebutuhan lain.

Kesimpualn: Buku "Speak to Win" karya Brian Tracy adalah buku yang sangat berguna bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, terutama di dunia bisnis. Didalam buku ini penulis memberikan langkah- langkah yang sangat jelas dan bermanfaat untuk pembaca. Menurut saya buku ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin belajar berbicara dengan penuh percaya diri untuk mencapai kesuksesan terutama di dunia bisnis. Dan panduan ini merupakan langkah awal untuk menuju masa depan yang sukses.

Senin, 05 Mei 2025

Dampak Kecemasan Berlebihan terhadap Kesehatan Mental dan Fisik

Writer : Sabrina Osaka

Year : 2022


    Rasa cemas merupakan emosi wajar yang dimiliki setiap orang. Kecemasan muncul sebagai respons alami tubuh terhadap situasi yang dianggap menegangkan atau berbahaya. Misalnya, saat seseorang menghadapi ujian penting, tekanan di tempat kerja, atau membuat keputusan besar, wajar jika muncul rasa gugup atau gelisah. Namun, ketika rasa cemas berlangsung terus-menerus, tidak rasional, dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, hal ini bisa menjadi pertanda gangguan kecemasan. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara mental, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan fisik.

     Gangguan kecemasan dapat mengganggu sistem saraf pusat. Dalam jangka panjang, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol secara terus-menerus. Akibatnya, muncul gejala seperti sakit kepala, pusing, depresi, bahkan peningkatan berat badan. Tak hanya itu, kecemasan juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk detak jantung tidak teratur, nyeri dada, hingga tekanan darah tinggi yang berujung pada risiko penyakit jantung koroner. Di sisi lain, kecemasan juga mengganggu sistem pencernaan, menyebabkan mual, diare, sakit perut, serta menurunnya nafsu makan, dan berisiko menimbulkan sindrom iritasi usus besar (IBS).

    Selain itu, kecemasan yang berkepanjangan melemahkan sistem kekebalan tubuh karena tubuh tidak mendapat sinyal untuk kembali berfungsi normal setelah respons stres. Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi virus. Gangguan pernapasan pun bisa terjadi, terutama pada penderita asma atau penyakit paru-paru, karena kecemasan menyebabkan napas menjadi cepat dan dangkal. Oleh karena itu, penting untuk segera mencari bantuan profesional bila gangguan kecemasan terus berlanjut.

    Salah satu jenis gangguan kecemasan yang perlu dikenali adalah hipokondria, yaitu kondisi di mana seseorang merasa yakin dirinya menderita penyakit serius meskipun hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi yang normal. Penderitanya sering kali memiliki ketakutan berlebih terhadap kesehatan, rajin memeriksa tubuh sendiri, bahkan berganti-ganti dokter hanya untuk mencari pembenaran bahwa dirinya sakit. Penyebab hipokondria bisa berasal dari kurangnya pemahaman tentang kondisi tubuh, pengalaman traumatis, atau pengaruh lingkungan keluarga yang terlalu khawatir soal kesehatan. Pengobatan utama hipokondria adalah psikoterapi, terutama terapi kognitif perilaku (CBT), yang bertujuan mengubah cara berpikir dan merespons kecemasan terhadap gejala tubuh secara lebih rasional.

    Selain kecemasan, bentuk lain dari respons mental yang berlebihan adalah overthinking atau kebiasaan berpikir berlebihan. Kebiasaan ini sering terjadi saat seseorang terlalu larut dalam kekhawatiran, baik mengenai masa depan, masa lalu, maupun hal-hal sepele dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih sering mengalami overthinking dibanding laki-laki karena faktor biologis dan sosial budaya. Dampak dari overthinking cukup serius. Ia dapat menghambat aktivitas sehari-hari, menurunkan performa kerja, dan mengacaukan kestabilan emosi. Bahkan, kebiasaan ini bisa berujung pada insomnia, sulit berkonsentrasi, mudah panik, atau merasa tidak percaya diri. Dalam jangka panjang, overthinking juga berdampak pada kesehatan fisik, menyebabkan sakit kepala, nyeri dada, tekanan darah tinggi, hingga meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

    Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa berpikir secara berlebihan tidak akan menyelesaikan masalah. Justru, hal itu dapat memperburuk kondisi mental dan fisik seseorang. Kita perlu belajar menetapkan batas waktu dalam berpikir, menuliskan beban pikiran, serta mencari aktivitas positif yang menyenangkan seperti olahraga, menonton film, atau mencoba hobi baru. Jika kecemasan, hipokondria, atau overthinking sudah sangat mengganggu kehidupan, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Mengelola kesehatan mental adalah investasi jangka panjang bagi kebahagiaan dan kualitas hidup kita.


The Biggest Obstacle to Success

 


  ". We first make our habits, and then our habits make us.”
John Dryden

Have you ever felt like you have great potential, but something keeps holding you back from truly taking off? In his book No Excuses!, Brian Tracy explains that 95% of what we do—or fail to do—is determined by our habits. That means if we want to be successful, we must pay close attention to the small habits we often overlook.

Tracy points out that the greatest barrier to success isn’t a lack of talent or opportunity—it’s our own negative habits and limiting beliefs. Like an elephant trained from a young age to believe it can’t break free from a rope, we often get trapped in learned helplessness. As a result, we fear trying new things, fear failure, and prefer to stay in our comfort zones.

But here’s the good news: every habit—both mental and behavioral—can be learned and changed. We can develop positive habits like time discipline, self-confidence, and consistency in pursuing goals. Building just one good habit can strengthen all the others.

Tracy also warns about a “disease” that destroys success: excusitis the habit of making excuses. Many people live on an imaginary island called Someday I’ll a place where dreams are always postponed with the words, “Someday I’ll...”. Unfortunately, “someday” often never comes.

The key to success? Start now. Choose one positive habit, practice it daily for a full month, and keep going. Every small action is a step toward your dream.

As LL Cool J once said, “Stay focused, go after your dreams and keep moving toward your goals.”


MENGENAL LEBIH DEKAT PERAN ORGANISASI KEROHANIAN DALAM PEMBINAAN MENTAL MAHASISWA

  By : Ekylia Viat, Lhydia Dahung, Andriani Putri, Maya Gumut       Dalam dinamika pendidikan kehidupan kampus yang penuh dengan lika-liku p...