By : Ekylia Viat, Lhydia Dahung, Andriani Putri, Maya Gumut
Dalam dinamika pendidikan kehidupan kampus yang penuh dengan lika-liku perjuangan dan pendidikan, mahasiswa tidak hanya dituntut dalam bidang akademis saja tetapi juga memiliki mental dan spritualitas yang kuat bagi para mahasiswa dan mahasiswinya. Salah satu element penting yang turut mengambil alih bagi mental siswa adalah organisasi kerohanian. Organisasi kerohanian membentuk siswa dengan kegiatan-kegiatan positif yang bergelut dalam dalam kegiatan positif seperti diskusi keagamaan, ret-ret, dan kegiatan sosial sebagai pembinaan karakter dan mental mahasiswa. Keberadaan organisasi dalam kampus menjadi fundamental kuat dalam kehidupan mental Mahasiswa dalam lingkungan kampus yang seimbang antara intelektual dan nilai moral.
Salah satu organisasi yang terdapat dalam kampus universitas nomor 1 di Ruteng yaitu, UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ST PAULUS RUTENG memiliki salah satu organisasi kerohanian yaitu, Holy Impact Ministry yang berperan aktif dalam kegiatan di kampus dan luar kampus. Holy Impact Ministry telah berdiri dari tahun 2022 , di kordinasi oleh ibu DRH. Yulia Nugraha.
Pada wawancara yang dilakukan pada 11 Juni 2025 Ibu DRH. Nugraha menegaskan bahwa "Organisasi ini bukan hanya melibatkan mahasiswa yang beragama Katolik saja, namun terbuka untuk semua mahasiswa agama lain bisa ikut serta dalam kegiatan ini, meskipun sebagian kegiatannya lebih banyak ke Katolik kan. Holy impact ministry sendiri bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap orang lain. Kegiatan dalam organisasi ini bukan hanya sekedar kerohanian saja tetapi para mahasiswa dalam organisasi ini juga mengikuti kegiatan sosial seperti ke Panti Asuhan, PKM, dan membuat kegiatan yang berguna bagi masyarakat diluar sana. "
Organisasi ini terbuka bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan minat dan bakat mereka, karna tidak ada batasan.
"Organisasi ini sendiri bekerja sama dengan badan pelayanan nasional seperti Efata, dan bekerja sama dengan badan pelayanan keuskupan karismatik, kevikepan, dan paroki -paroki. Tetapi setelahnya masih ada kegiatan lain yang bisa mahasiswa lain diluar agama Katolik bisa ikut-ikut", ujar DRH. Yulia Nugraha.
Ibu DRH. Yulia Nugraha juga mengatakan "Holy Impact Ministry juga memiliki progam terhadap mahasiswa yang memiliki krisis mental dan spiritualitas yaitu, mereka dengan membangun suatu komunitas yang di dalamnya terdapat relasi yang saling percaya bahwa semua anggota di dalamnya adalah saudara dan saudari kita. Yang dimna ketika kita memiliki masalah kita bisa cerita dengan teman tapi teman itu tidak boleh menceritakan dengan orang lain karna sudah terjadi relasi saling percaya dan saling mencari jalan keluar dari setiap masalah juga saling memberi support. "
Holy impact ministry juga memberikan pembinaan rohani KRK, SHDR, Hidup baru dalam roh, dan juga jenjang iman. Organisasi ini juga mengembangkan minat dan menyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menjadi seorang worship leader, bernyanyi lagu rohani di depan umat sambil berdoa, dan pemusik, serta pewarta. Pewarta yang dimaksud adalah bagaimana peran kita sebagai anak muda memberikan dampak positif bagi orang lain. Dari setiap kisah hidup yang meng inspirasi bagi orang lain dari setiap hidup kita. Organisasi ini sangat memberikan banyak manfaat bagi mahasiswanya.
Tak hanya itu salah satu ketua kerohanian dari Parodi Pendidikan Bahasa Inggris, yaitu Br. Armindo Melkianus Atok juga menyampaikan pendapatnya terkait organisasi kerohanian yang berperan aktif dalam nafas pendidikan kampus.
Dalam wawancara yang dilakukan pada tanggal 12 Juni 2025, Br.Mindo selaku ketua kerohanian EDSA mengatakan." Peran utama organisasi kerohanian adalah sebagai wadah pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa. Organisasi ini menjadi tempat bagi mahasiswa untuk memperkuat nilai-nilai moral, membentuk kedewasaan iman, serta menumbuhkan kepedulian sosial yang berlandaskan pada ajaran keagamaan" . "Br.Mindo menjelaskan pendapatnya terkait peran dari organisasi kerohanian di kampus. Saat ditanyai mengenai apa saja kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa/ mahasiswi dalam organisasi kerohanian yang di ketuai olehnya bruder menjelaskan beberapa kegiatan rutin yang sering mereka lakukan yaitu doa pagi bersama, pendalaman iman mingguan ( misa prodi), seminar pengembangan diri, pelayanan sosial, serta ret-ret tahunan. Kami juga memiliki program mentoring rohani untuk mahasiswa baru agar mereka bisa beradaptasi secara mental dan spiritual di lingkungan kampus katanya."
Br.Mindo juga memberikan pandangannya mengenai perubahan sifat dari setiap mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kerohanian yaitu, perubahan yang paling terlihat adalah pada sikap dan cara berpikir mereka." Mahasiswa yang aktif cenderung lebih tenang, bertanggung jawab, dan mampu mengatasi tekanan akademik dengan lebih baik. Mereka juga menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap sesama, serta menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi" Ungkap Br Mindo.
Dalam memimpin organisasi kerohanian di kampus, Br.Mindo juga mengungkapkan sifat apatis para mahasiswa dalam menjalankan organisasi di lingkup kampus. Tantangan terbesar adalah sikap apatis dan kesibukan akademik mahasiswa yang membuat partisipasi dalam kegiatan kerohanian menurun. Di era digital ini, banyak mahasiswa lebih tertarik pada hal-hal instan dan hiburan, sehingga kegiatan rohani dianggap kurang menarik atau tidak relevan, katanya.
Jika sifat apatis itu ada pada siswa bukan berarti para pembimbing organisasi kerohanian hilang semangat dalam merangkul anggotanya, mereka memiliki cara yaitu dengan membuat kegiatan yang lebih kreatif dan relevan, seperti talk show inspiratif, podcast rohani, hingga kolaborasi dengan komunitas lain. Kami juga memperkuat pendekatan personal, mengajak mahasiswa secara langsung, dan menghadirkan figur-figur inspiratif untuk memberi kesaksian kehidupan yang menyentuh. Kata Br. Mindo.
Kegiatan kerohanian ditengah lingkungan pendidikan sangat berpengaruh bagi mental dan juga kehidupan mahasiswa. Dengan adanya kegiatan kerohanian tak hanya mental dan juga psikologi siswa yang diperbaharui tetapi juga pengalaman dan kebersamaan dalam nuansa kekeluargaan ditengah kesibukan akademik menjadikan penyemangat dalam mengangkat suatu beban atau masalah prihal kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya kegiatan positif ini diharapkan para mahasiswa selalu berperan aktif demi membentuk karakter dan juga menambah wawasannya.






