By: Korentina Ekilia Viat
Saat ini, ponsel sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan anak-anak. Mereka menggunakannya untuk bermain game, menonton video, dan belajar secara online. Ponsel memang memberikan banyak kemudahan dan manfaat, tetapi di balik itu, ada dampak negatif yang tidak bisa diabaikan. Jika tidak digunakan dengan bijak, ponsel dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan mental anak. Masalah ini semakin mengkhawatirkan ketika anak-anak mulai kecanduan, sulit berinteraksi dengan orang lain, dan menunjukkan tanda-tanda gangguan mental sejak dini.
Ponsel memang menawarkan banyak kemudahan bagi anak-anak, terutama di bidang pembelajaran dan komunikasi. Melalui ponsel, anak-anak dapat mengakses berbagai sumber belajar digital seperti video pembelajaran di Youtube, aplikasi belajar , dan bahan pelajaran daring. Kemudahan ini membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan fleksibel. Contohnya, selama masa pandemi COVID-19, ponsel menjadi alat utama untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh melalui platform seperti Zoom dan Google Meet. Pemerintah pun memberikan bantuan seperti kuota internet untuk mendukung kelancaran proses kegiatan pembelajaran tersebut. Selain untuk kegiatan pembelajaran, ponsel juga berfungsi sebagai sarana komunikasi yang efektif. Anak-anak bisa berkomunikasi dengan guru dan teman. bahkan dalam situasi darurat ponsel memberikan kemudahan bagi orang tua untuk memantau keberadaan anak mereka melalui fitur panggilan atau pelacakan lokasi. Dengan pemanfaatan yang tepat, ponsel dapat meningkatkan kemandirian anak dalam belajar dan membantu mereka tetap terhubung dalam berbagai situasi.
Namun di sisi lain, ponsel juga dapat menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan mental anak jika tidak digunakan secara bijak. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, mengganggu waktu tidur, dan menurunkan kemampuan bersosialisasi. Seperti yang di laporkan oleh , RSJ Cisarua yang mengatakan bahwa peningkatan jumlah anak yang mengalami kecanduan gadget hingga mengalami gangguan emosi. Paparan layar secara berlebihan juga terbukti mengganggu produksi hormon melatonin yang penting untuk tidur, terutama jika anak bermain game atau menonton video intens sebelum tidur. Tidak hanya itu, kurangnya pengawasan dari orang tua meningkatnya risiko anak-anak terpapar konten negatif seperti pornografi dan kekerasan digital. Data dari KPAI menunjukkan ratusan kasus anak korban kejahatan siber akibat kurangnya kontrol terhadap aktivitas online mereka. Kasus penyebaran konten pornografi anak melalui Telegram pada Januari 2025 menunjukkan bahwa anak-anak sangat rentan terhadap bahaya internet jika dibiarkan tanpa pengawasan.
Oleh karena itu, ponsel pada dasarnya adalah alat yang memberikan banyak kemudahan, terutama dalam pembelajaran dan komunikasi. Namun, jika digunakan tanpa batas dan tanpa pengawasan, ponsel bisa menjadi ancaman bagi kesehatan mental anak. Maka, ponsel bukan sepenuhnya kemudahan, dan juga bukan sepenuhnya ancaman semuanya tergantung pada cara penggunaannya. Dengan bimbingan, aturan yang jelas, dan pengawasan orang tua, ponsel dapat menjadi alat yang bermanfaat, bukan sumber bahaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar