Sering kali kita terlalu sibuk memikirkan hari esok atau menyesali masa lalu, hingga lupa bahwa satu-satunya waktu yang benar-benar kita miliki hanyalah hari ini.waktu bukan hanya angka di jam dinding, tapi sebuah anugerah yang tak ternilai. Hari ini, aku diajak untuk memulai segala sesuatu dengan ucapan syukur dan senyuman, bukan keluhan atau kritik. Ini bukan tentang menunggu keadaan yang sempurna, melainkan menciptakan makna dari waktu yang ada saat ini.
Setiap detik, menit, dan jam begitu berharga karena tidak ada satu pun yang bisa ditarik kembali. Hari kemarin telah berlalu, dan hari esok belum tentu datang. Maka hari ini—ya, hari inilah saat terbaik untuk belajar, untuk berubah, untuk berkarya, dan untuk melakukan sesuatu yang bermakna. Aku tak ingin lagi mengisinya dengan kecemasan yang belum tentu terjadi. Aku tak ingin membiarkannya kosong tanpa makna. Hari ini adalah kanvas kosong yang siap ku warnai dengan tindakan dan niat baik.
Dan jika keadaan tidak berubah seperti yang kuharapkan, aku tetap bisa hidup dengan hati yang penuh syukur. Aku tak akan lagi berkata, "Aku tidak punya waktu," karena sebenarnya waktu selalu ada jika aku benar-benar ingin meluangkannya. Hari ini, aku ingin hidup seolah ini adalah hari terakhirku. Aku akan melakukan yang terbaik, tidak menunda-nunda, dan memuliakan Tuhan melalui setiap hal kecil yang kulakukan. Sebab, waktu adalah anugerah dan hari ini adalah milikku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar